EVALUASI PENDIDIKAN

 BAB II

JENIS-JENIS TES HASIL BELAJAR

  1. A.      PENGERTIAN TES HASIL BELAJAR

Yang dimaksud dengan tes hasil belajar adalah sekelompok pertanyaan atau tugas-tugas yang harus dijawab atau diselesaikan oleh siswa dengan tujuan untuk mengukur kemajuan belajar siswa.

Jenis-jenis tes dapat digolongkan kedalam beberapa bagian diantaranya jenis tes berdasarkan penggolongan cara, pelaksanaan, isi dan tujuan dan pembuatnya.[1] Jenis-jenis tes berdasarkan cara pelaksanaannya terbagi kedalam tes tertulis, tes lisan dan tes perbuatan. Pada bagian ini akan dibahas jenis-jenis tes berdasarkan cara pelaksanaannya dan dititikberatkan pada tes tertulis.

 

  1. B.       TES TERTULIS

Dalam tes tertulis pertanyaan dan jawaban disampaikan secara tertulis. Tes tertulis dibedakan menjadi dua jenis, yaitu tes subjektif  (essay) dan tes obyektif.

  1. 1.      Tes Essay

Tes jenis ini biasanya berupa soal-soal yang masing-masing mengandung permasalahan dan menuntut penguraian sebagai jawabannya. Tes essay dibedakan menjadi dua, yaitu tes essay jawaban terbatas dan tes essay jawaban bebas. Tes essay  jawaban terbatas menuntut siswa memberikan jawaban satu atau dua kalimat dengan kata-katanya sendiri.[2] Contoh:

  1.  Tentukan volume tabung  jika diketahui panjang diameter 7 cm dan tinggi tabung 6 cm !
  2. Sebuah bak berbentuk balok berukuran panjang 100 cm, lebar 70 cm, dan tinggi 60 cm. Berapa liter bak dapat menampung air?

Kemudian tes essay jawaban bebas menuntut siswa menjawab berupa uraian yang panjang yang memerlukan analisa dan kreatifitas siswa yang lebih dalam memberikan jawaban.

Contoh: BENG CARI YO

Pada tes essay ciri-ciri pertanyaan didahului dengan kata-kata seperti: uraikan, jelaskan, mengapa, bagaiamana, bandingkan, simpulkan, dan sebagainya. Soal-soal bentuk esai biasanya jumlah soalnya tidak banyak, hanya sekitar 5-10 buah soal dalam waktu kira-kira 90 s.d. 120 menit.[3]

  1. Petunjuk penyusunan tes essay

Agar soal tes essay yang disusun itu baik, maka kita perlu memperhatikan hal-hal berikut:

1)      Sediakan waktu yang cukup untuk menyusun soal.

2)      Soal-soal harus mengandung persoalan/masalah, karena tes essay itu bukan sekedar mengukur pengetahuan. Tetapi memerlukan proses mental yang tinggi.

3)      Masalah itu dirumuskan secara ekplisit (jelas).

4)      Hendaknya soal tidak mengambil kalimat-kalimat yang disalin lansung dari buku atau catatan.

5)      Pada waktu menyusun, soal-soal itu sudah dilengkapi dengan kunci/ancer-ancer jawaban serta pedoman penilaiannya.

6)      Hendaknya diusahakn agar pertanyaan bervariasi antara “jelaskan”. “Mengapa”, “mengapa”, “bagaimana”, “seberapa jauh”, agar dapat diketahui lebih jauh penguasaan siswa terhadap bahan.

7)      Petunjuk/perintah tes harus eksplisit/tegas.

8)      Di dalam tes essay tidak diberi kesempatan untuk memilih soal, karena:

(a)    Dengan memilih berarti spekulasi mulai berlaku

(b)   Untuk memilih soal yang mana yang mudah, memerlukan waktu, sehingga dapat mengurangi waktu untuk mengerjakan tes.

(c)    Sukar memberi angka, karena sukar membandingkan jawaban murid yang satu dengan yang lain.

  1. Cara memberi angka/menilai tes essay

Untuk menilai tes essay harus memperhatikan beberapa hal, yaitu:

1)      Terapkanlah dengan tepat faktor-faktor apa yang seharusnya diukur.

2)      Diperiksa nomor demi nomor dengan menggunakan kunci jawaban.

3)      Untuk mengatasi pengaruh faktor subjektif

a)      Sebelum diperiksa nama-nama murid pada kertas jawaban dan diganti dengan kode.

b)      Hindarkan pengaruh faktor luar seperti: tulisan, kebersihan kertas pekerjaan dan lain-lain.

4)      Nilailah dengan dua orang pemeriksa[4]

Pemberian skoring bisa digunakan dalam berbagai bentuk, misalnya skala 1-4 atau 1-10 bahkan bisa pula skala 1-100. Namun yang paling umum dugunakan adalah 1-4 atau 1-10. Dengan demikian guru tidak memberi angka nol untuk jawaban yang salah. Gunakan bobot nilai dalam memberikan nilai terhadap jawaban siswa. Bobot nilai bisa menggunakan skala 1-10. Misalnya untuk soal kategori mudah diberi bobot dua, soal kategori cuku diberi bobot tiga, dan soal kategori sulit diberi bobot lima hingga sepuluh.[5]

  1. Kebaikan tes essay

1)      Dapat mengukur proses mental yang tinggi

2)      Dapat mengembangkan kemampuan berbahasa

3)      Dapat mendorong siswa untuk berani mengemukakan pendapat

4)      Mengembangkan keterampilan pemecahan masalah

5)      Memerlukan sedikit waktu untuk menulis soal

6)      Mudah disiapkan dan disusun

  1. Kekurangan tes essay

1)      Kadar validitas dan realibilitas kurang karena sukar diketahui segi-segi mana dari pengetahuan siswa yang betul-betul telah dikuasai

2)      Cara memeriksanya banyak dipengaruhi oleh unsur-unsur subjektif

3)      Pemeriksaannya lebih sulit sebab membutuhkan pertimbangan individual lebih banyak dari penilai

4)      Waktu untuk mengoreksinya lama karena tidak dapat diwakilkan kepada orang lain

2. TES OBJEKTIF

Tes objektif adalah tes yang dalam pemeriksaannya dapat dilakukan secara objektif.siapapun yang mengoreksi jawaban tes objektif hasilnya akan sama. Hal ini memang dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dari tes bentuk esai. Tes objektif sering juga disebut tes dikotomi (dichotomously scorred item) karena jawabannya antara benar atau salah dan skornya antara satu atau nol. Tes objektif menuntut peserta didik untuk memilih jawaban yang benar diantara kemungkinan jawaban yang telah disediakan, menberikan jawaban singkat, dan melengkapi pertanyaan atau pernyataan yang belum sempurna. Tes objektif sangat cocok untuk menilai kemampuan yang menuntut proses mental yang tidak begitu tinggi,seperti mengingat, mengenal, pengertian, dan penerapan prinsip-prinsip.

Kelebihan

  1. Lebih representatif dalam mewakili isi dan luas bahan, dapat menghindari campur tangan unsur-unsur subjektif baik dari segi siswa maupun guru yang memeriksa
  2. Lebih mudah dan cepat cara memeriksanya
  3. Pemeriksaanya dapat diserahkan kepada orang lain

Kelemahan

  1. Persiapan untuk menyusunya jauh lebih sulit dari pada tes esai, karena soalnya banyak dan harus teliti untuk menghindari kelemahan yang lain
  2. Soal-soalnya cenderung untuk mengungkapkan ingatan dan daya pengenalan kembali serta sukar untuk mengukur proses mental yang tinggi
  3. Banyak kesempatan untuk main untung-untungan
  4. “ kerja sama” antar siswa antar siswa dalam melaksanakan tes lebih terbuka

Cara mengatasi kelemahan

  1. Kesulitan menyusun tes objektif dapat diatasi dengan jalan banyak berlatih hingga mahir
  2. Menggunakan tabel spesifikasi untuk mengatasi kelemahan yang pertama dan kedua
  3. Menggunakan norma (standar) penilaian yang memperhitungkan faktor tebakan yang bersifat spekulatif

BENTUK BENTUK TES OBJEKTIF

  1. a.      Bentuk Tes Benar Salah (True-False, or Yes-No)

Bentuk tes benar salah (B-S) adalah pertanyaan yang mengandung dua kemungkinan jawaban, yaitu benar atau salah. Peserta didik di minta untuk menentukan pilhannya mengenai pertanyaan atau pernyataan dengan cara seperti yang diminta dalam petunjuk mengerjakan soal. Bentuk soal benar salah ini lebih banyak digunakan untuk mengukur kemampuan mengidentifikasi informasi berdasarkan hubungan yang sederhana. Dalam penyusunan soal bentuk B-S ini tidak hanya menggunakan kalimat pertanyaan atau pernyataan tetapi juga dalam bentuk gambar, tabel, dan diagram.

Macam macam  bentuk tes benar salah dari segi pola pengerjaaannya yaitu :

–          Tes benar salah bentuk pertanyaan

–          Tes benar salah yang menuntut alasan

–          Tes benar salah dengan membetulkan

–          Tes benar salah berganda

Kelebihan

  1. Dapat mencakup bahan yang luas dan pertanyaanya lebih singkat
  2. Mudah menyusunnya
  3. Dapat digunakan berlaki-kali
  4. Dapat dilihat secara cepat dan objektif
  5. Petunjuk cara mengerjakannya mudah di mengerti

Kelemahan

  1. Bisa membingungkan siswa
  2. Kurang dapat membedakan murud yang pandai dan murud yang kurang pandai
  3. Banyak masalah yang tidak dapat dinyatakan hanya dengan dua kemungkinan benar atau salah
  4. Hanya dapat mengungkap daya ingatan dan pengenalan kembali

Contoh:

1)      Bilangan bulat dioperasikan dengan bilangan bulat akan menghasilkan bilangan bulat (B-S)

2)      Kuadrat dari suatu bilangan asli lebih besar dari 20 (B-S)

3)      Selisih suatu bilangan dengan 23 lebih besar dari 10 (B-S)

  1. b.      Tes Pilihan Ganda (Multiply Choice Test)

Tes pilihan ganda terdiri atas suatu keterangan  atau pemberitahuan tentang suatu pengertian yang belum lengkap. Dan untuk melengkapinya harus memilih satu dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disediakan. Tes  pilihan ganda terdiri atas bagian keterangan (stem) dan bagian kemungkinan jawaban atau alternatif (options).

Jenis-jenis tes pilihan berganda

  1. Dilihat dari segi bentuk-bentuknya stem soal-soal pilihan ganda bisa berupa

–          Pertanyaan dimana alternatif atau option nya merupakan kemungkinan- kemungkinan  jawabannya

–          Kaliamat tidek sempurna dimana option nya merupakan kemungkinan terusannya

–          Persoalan yang diungkapkan secar verbal, dengan gambar, grafik, denah dan sebagainya dimana optionnya merupakan pernyataan-pernyataan yang benar atau salah yang berasal dari persoalan gambar, grafik atau denah yang dimaksud

  1. Menurut kemungkinan cara menjawabnya dapat dibedakan ;

–          Variasi dengan satu jawaban benar persoal

–          Sejumlah jawaban benar akan tetapi salah satu diaantaranya paling benar persoal

–          Satu jawaban yang salah persoal

–          Penjawab menentukan sendiri apakah satu atau lebih optian yang benar dan memilih sesuai dengan itu untuk setiap soal

  1. Secara umum tes pilihan ganda dibedakan menjadi lima :

–          Tes pilhan ganda dengan menemukan satu-satunya jawaban yang benar

–          Tes pilihan ganda dengan memilih jawaban yang terbaik

–          Tes pilihan ganda dengan memilih lebih dari satu jawaban benar

–          Tes pilihan ganda dengan soal kalimat negatif

–          Tes pilihan ganda yang menggunakan gambar, bagan, peta dan lain-lain[6]

Contoh soal pilihan ganda:

1)      Bentuk baku dari 0,000072

(a)    72 x 10-6

(b)   7,2 x 105

(c)    7,2 x0,00001

(d)   7,2 x 10-5

2)      Luas daerah suatu bangun ditentukan dengan rumus 4ab-2b2. Apabila a=10 cm dan b=4 cm maka luas bangunan itu adalah

(a)    116 cm2

(b)    118 cm2

(c)    126 cm2

(d)   128 cm2

 

  1. c.       Tes Bentuk Menjodohkan (Matching)

soal tes bentuk menjodohkan sebenarnya masih merupakan bentuk pilihan-ganda. Perbedaannya dengan bentuk pilihan-ganda adalah pilihan ganda terdiri dari stem dan option, kemudian peserta didik tinggal memilih salah satu option yang paling tepat, sedangkan bentuk menjodohkan terdiri atas kumpulan soal dan kumpulan jawaban yang keduanya dikumpulkan pada dua kolom yang berbeda, yaitu kolom sebelah kiri menunukukkan kumpulan persoalan dan kolom sebelah kanan menunjukkan kumpulan jawaban. Jumlah pilihan jawaban dibuat lebih banyak dariapa jumlah persoalan

kebaikan soal bentuk menjodohkan, antara lain:

1)      Realatif mudah disusun

2)      Penskorannya mudah, objektif dan cepat

3)      Dapat digunakan untuk menilai teori dengan penemunya, sebab dan akibatnya, istilah dan definisinya

4)      Materi tes cukup luas

Adapun kelemahan soal bentuk menjodohkan adalah:

1)      Ada kecendrungan untuk menekankan ingatan saja

2)      Kurang baik untuk menilai pengertian guna membuat tafsiran

Untuk meyusun soal perlu diperhatikan hal-hal berikut ini:

a)      Buatlah petunjuk tes dengan jelas, singkat, dan mudah dipahami

b)      Sesuaikan dengan kompetensi dasar dan indikator

c)      Kumpulan soal diletakkan disebelah kiri, sedangkan jawabannya diletakka disebalah kanan

d)     Susunlah item-item dan alternatif jawaban denga sistematika tertentu. Misalnya, sebelum pokok persoalan didahului oleh stem atau bisa juga lansung pada pokok persoalan

e)       Seluruh kelompok soal dan jawaban hanya terdapat dalam satu halaman.

f)       Gunakan kalimat yang singkat, tepat dan jelas

g)      Jumlah alternatif jawaban hendaknya lebih banyak dari pada jumlah soal.[7]

Contoh:

Petunujuk: jodohkanlah pernyataan pada bagian A dengan jawaban yang tepat pada bagian B. Isikanlah jawaban guru pada titik-titik yang telah disediakan.

Bagian A:                                                                                           Bagian B:

  1. Nilai tengah                                                     ……….              a. Deskriptif
  2. Nilai rata-rata                                                  ……….              b. Kuartil
  3. Nilai yang paling banyak muncul                    ……….              c. Inferensial
  4. Menggambarkan keadaan                               ……….              d. Median
  5. Menyimpulkan                                                ……….              e. Mean
    1. Modus

d. Tes Jawaban Singkat (Short Answer) dan Melengkapi (Completion)

            Tes jawaban singkat yaitu tes tertulis yang menuntut siswa untuk mengisikan perkataan, ungkapan atau kalimat pendek sebagai jawaban terhadap kalimat yang tidak lengkap, atau jawaban atas suatu pertanyaan atau jawaban atas asosiasi yang harus dilakukan.

Sesuai dengan bentuknya terdapat tiga jenis tes jawaban singkat, yaitu:

1)      Bentuk pertanyaan dengan satu jawaban

Contoh:

(a)    Bangun datar apakah yang memiliki simetri lipat dan simetri putar yang tak terhingga?

(b)   Jika 2x + 4 = 6 maka berapakah nilai x?

2)      Bentuk kalimat tidak lengkap

Siswa tinggal mengisi satu jawaban yang dibutuhkan.

Contoh:

(a)    Bangun ruang kubus memiliki … rusuk dan … sisi.

(b)   6 x (…+2)=  (4 + 2) x (4+ 8)

3)      Bentuk asosiasi

Persoalan diajukan dalam bentuk pertanyaan dan kemudian diikuti (digabungkan) dengan kalimat-kalimat yang tidak lengkap dan siswa diminta untuk mengisi atau melengkapi kalimat tersebut.

Contoh:

Tulislah integral dari:

  1. Sin x                …………….
  2. Cos x               …………….
  3. Tan x               …………….

Kelebihan tes jawaban singkat:

1)      Mudah dalam penyusunannya, terutama untuk mengukur ingatan atau pengetahuan.

2)      Sedikit kesempatan untuk menduga-duga jawaban.

3)      Cocok untuk siswa kelas tingkat rendah.

Kelemahan tes jawaban singkat:

1)      Sukar untuk mengukur proses mental yang tinggi.

2)      Sulit menyusun soal yang hanya satu jawaban, lebih-lebih untuk proses mental yang tinggi.

3)      Sulit penilaiannya jika terdapat bermacam-macam jawaban yang benar.

4)      Cenderung hanya mengukur hafalan.

Petunjuk penyusunan soal tes jawaban singkat:

1)      Untuk soal hitungan guru hendaknya lebih spesifik terutama untuk jawaban

2)      Hilangkan kata-kata yang penting (fill in blank)

3)      Jangan terlalu banyak kata-kata yang dihilangkan

4)      Secara umum lebih baik yang berbentuk direct question dari pada incomplate statement

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Tes hasil belajar adalah sekelompok pertanyaan atau tugas-tugas yang harus dijawab atau diselesaikan oleh siswa dengan tujuan untuk mengukur kemajuan belajar siswa. Jenis-jenis tes berdasarkan cara pelaksanaannya terbagi kedalam tes tertulis, tes lisan dan tes perbuatan. Tes tertulis dapat dikelompokkan kedalam dua tipe yaitu tes tipe essay (uraian) dan tes tipe objektif.

  1. Tes essay ( uraian):

a)      Tes jawaban terbatas

b)      Tes jawaban bebas

  1. Tes objektif:

a)      Tes benar  salah

b)      Tes pilihan ganda

c)      Tes menjodohkan

d)     Tes jawaban singkat

DAFTAR PUSTAKA

 

Arifin, zaenal. 2009.Evaluasi pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya

Slameto. 1999. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara

Sudjana,nana. 1999. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya

Kuntoro, suharsimi.1999. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara

Surapranata, sumarna. 2005. Panduan Penulisan Tes Tertulis.Bandung: Remaja Rosdakarya


[1] Slameto, Evaluasi Pendidikan, (Jakarta;PT. Bumi Aksara,1988),hlm 30

[2] Slameto, hlm32

[3] Suharsimi.arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan,(Jakarta; Bumi Aksara, 1999) hlm 162

[4] Slameto,hlm 39-40

[5] Nana Sudjana,Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar,(bandung;PT Remaja Rosdakarya,1989),hlm 41

[6] Slameto, Evaluasi Pendidikan,(Jakarta; Bumi Aksara,1999), hlm 59

[7] Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran(Bandung;PT Remaja Rosdakarya,2009),hlm 144

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: